Sensasi Musang King Kandang….

 Sensasi Musang King Kandang….

MALAM baru menujukan pukul 20.00 WIB, Senin (14/10/2019). Satu mobil berhenti di depan kios di Desa Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Enam orang turun, tiga diantaranya wanita. Langsung menuju meja yang diletakan durian Musang King.

 

Lalu melihat-lihat durian yang telah dibelah untuk contoh. Telunjuk menekan daging durian nan tebal menguning keemasan itu. Lalu mencicipi. Senyum sumringah terpancar jelas di mata mereka.

 

Ya, disitulah lokasi durian musing king satu-satunya di kota yang dulu dijuluki Petro Dollar itu. “Ini buah akhir musim. Jadi, kami minta dipastikan dulu bagus dagingnya. Rasanya manis. Kalau tidak jangan beli. Bagi kami, jangan ada yang kecewa membeli buah durian ini,” kata Fani, pedagang durian itu.

 

Ucapan Fani benar. Seluruh calon pembeli yang datang disuruh mengetes rasa durian itu. Bahkan, dia menyarankan agar dirinya memilih durian. Bukan pembeli. Agar rasanya terjamin.

Baca juga :  Wabup Aceh Utara, Serahkan Bantuan UEP Stimulan untuk 140 Fakir Miskin

 

“Kita belah dulu ya. Siap itu rasakan. Kalau cocok baru kita timbang,” katanya.

 

Pembeli pun mencicipi. Begitu kepala mengangguk tanda setuju. Fani cekatan. Mengambil durian. Memotong bagian kepala dan ekor. Baru ditimbang. “Kami bandrol Rp 130.000 per kilogram. Ya, 13.000 per ons lah,” katanya.

 

Jaminan rasa dan ketebalan daging plus harum menggoda membuat pembeli tak khawatir soal harga. Fani menyatakan, jika satu saja daging durian rusak, keras, atau busuk, maka dipastikan akan diganti.

 

“Tapi itu jarang sekali yang busuk. Kelebihan musang king itu yang dagingnya yang dipastikan bagus,” kata Fani berpromosi. Karena letaknya berada di sisi jalan nasional Medan-Banda Aceh, kerap wisatawan yang melintas singgah. Sebagian mereka mengetahui lokasi ini dari mulut ke mulut.

 

Bagi pembeli seperti Nur Kemala Dewi (25) warga Kota Lhokseumawe, harga tak soal. Terpenting kualitas, rasa dan gurihnya durian itu yang menggoda.

Baca juga :  Jokowi Wacanakan Gaji Bulanan Diganti Upah Per Jam, Setuju?

 

“Daripada beli durian lain, agak murah memang. Namun sebagian isinya nanti tidak bagus. Nah, yang rugi kan kita juga,” kata Kemala.

 

Dia menyatakan, kelezatan durian ini sudah tersohor ke manca negara. Durian jenis ini menjanjikan rasa dan ketebalan daging. “Maka saya pilih kalau beli ya durian ini saja. Walau mahal tapi puas. Istilahnya itu ada harga ada rasa,” katanya.

 

Petani Aceh

Lalu darimana durian itu diambil? Fani tersenyum. Durian itu ditanam di pedalaman Simpang Keuramat, Kabupaten Aceh Utara. Di daerah dataran tinggi itu lah durian ini tumbuh subur.

 

“Kami bersaudara menanamnya di sana. Sekitar 2 hektare luasnya. Dia bisa panen setahun tiga kali. Kalau yang sekarang itu sejak Mei lalu sampai Oktober. Nanti Januari dia panen lagi,” katanya.

Baca juga :  Nasrullah dan Penganan Jagung Keurabe...

 

Karena setahun tiga kali musim panen, Fani tak khawatir untuk stok duriannya. Selain itu, dia juga menyediakan durian yang telah dimasukan dalam pendingin. Pilihan ini dilakukan untuk menjaga agar durian tidak terlalu masak.

 

“Kadang-kadang itu kan tidak laku semua. Daripada terlalu matang, dan kulitnya pecah. Maka kita belah, biji dan dagingnya kita masukan pendingin. Yang ini juga ramai dicari,” kata Fani.

 

Soal rasa setelah masuk pendingin, sambung Fani tak perlu khawatir. “Cukup tunggu tiga jam, maka durian itu bisa dinikmati layaknya durian baru dibelah. Kalau terlalu cepat dinikmati ya beku, bercampur es,” katanya.

 

Nah, jika Anda ingin merasakan durian jenis ini di Lhokseumawe. Maka, cobalah sensasinya. Nikmat, tebal, harum dan sungguh menggoda. |KCM

Berita terkait