Prostitusi Online di Aceh Sudah Ada Sejak Tahun 2006

 Prostitusi Online di Aceh Sudah Ada Sejak Tahun 2006

Ilustrasi

Lhokseumawe – Praktik prostitusi online di Aceh tersusun cukup rapi dan terorganisir. Secara umum pelakunya adalah kalangan remaja, serta praktik tersebut telah ada sejak 2006.

Direktur Yayasan Permata Aceh Peduli, Khaidir menyebutkan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pihaknya, praktik prostitusi online bukan hal baru di Aceh.

“Kasus seperti ini bukan hal baru. Kami telah menemukannya sejak tahun 2006. Bahkan saat ini kami juga melakukan pendampingan kepada mereka yang telah terjangkit HIV/AIDS,” ujar Khaidir.

Baca juga :  Mayat Wanita Dikubur , Ada 5 Tusukan di Tubuh Korban di Langsa

Khaidir menambahkan, jumlah PSK online tersebut tergolong tinggi. Hanya saja mereka melakukan praktik yang cukup rapi, sehingga tidak sampai diketahui publik. Biasanya mereka memanfaatkan jejaring sosial untuk berinteraksi.

Biasanya, kata Khaidir, PSK online berasal dari beberapa kalangan seperti siswa SMA, mahasiswa, dan ada juga wanita dewasa. Mereka terorganisir dengan baik dan tumbuh subur.

Baca juga :  Polisi Aceh Tangkap Angen Judi Online Kamboja

“Berdasarkan hasil penelitian kami, mereka itu terbagi menjadi dua golongan. Ada yang pekerja seks secara langsung, yaitu untuk kepentingan materi, seperti uang. Ada juga secara tidak langsung, hanya untuk kesenangan, seperti tukar dengan sabu-sabu,” tutur Khaidir.

Baca juga :  Kisah Solidaritas Pekerja Seks, Terasa Hening Diranjang Akibat Pandemi

Ia mengatakan kalangan remaja utamanya anak sekolah menengah atas saat ini sangat riskan, persoalan seksual bukan lagi hal tabu.

“Persoalan PSK online ini sudah menjadi ancaman. Kasus ini merupakan salah satu penyumbang HIV/AIDS di Aceh. Kami juga sering melakukan pendampingan bagi PSK online yang terkena penyakit seksual menular,” kata Khaidir. Tagar

Berita terkait